Tulisan terkirim dikaitan (tagged) ‘ahmad subarjo’

PANCASILA
  1. KETUHANAN YANG MAHA ESA
  2. KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB
  3. PERSATUAN INDONESIA
  4. KERAKYATAN YANG DIPIMPIN OLEH HIKMAT KEBIJAKSANAAN, DALAM PERMUSYAWARATAN PERWAKILAN
  5. KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA

5 butir kalimat diatas (seharusnya) sudah sangat familiar di telinga bangsa Indonesia dan juga sudah mendarah daging di setiap warga negara Indonesia. Ya ! kalimat diatas adalah 5 butir dasar negara kita Negara Kesatuan Republik Indonesia , dasar negara yang akrab kita kenal sebagai PANCASILA (panca=5, sila=kalimat/butiran) hari ini 1 Juni 2011 merupakan hari ulang tahun PANCASILA yang ke-65. Walaupun pencetusan PANCASILA baru dilakukan beberapa bulan sebelum proklamasi kemerdekaan, tetapi para pendiri bangsa kita meyakini bahwa PANCASILA telah tumbuh di sanubari rakyat Nusantara jauh sebelum itu bahkan mereka meyakini bahwa PANCASILA telah ada bersamaan dengan masuknya zaman sejarah di nusantara. Untuk memperingati hari lahirnya PANCASILA , saya akan memaparkan kepada anda semua sejarah mengenai PANCASILA

Pencetusan PANCASILA sebagai dasar negara tidak mungkin terlepas dari peranan suatu organisasi buatan Jepang yang bernama Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia atau sering disingkat BPUPKI , BPUPKI dibentuk Jepang yang saat itu sudah sangat terdesak oleh tentara sekutu sebagai kedok untuk mengambil hati rakyat Indonesia agar tidak lagi melakukan perlawanan militer terhadap Jepang yang sudah dalam kondisi lemah.

BPUPKI dibentuk tanggal 29 April 1945 , anggota BPUPKI merupakan gabungan semua unsur ras dan golongan yang ada di Hindia Belanda saat itu yaitu Jawa, Sunda, Sumatera, Celebes, Tionghoa, dan bahkan Jepang sendiri. Diketuai oleh Radjiman Widyodiningrat dan wakil ketuanya merupakan pria berkebangsaan Jepang bernama Yosio Hibangase. Walapun dibentuk hanya sebagai kedok Jepang , tetapi para tokoh pergerakan Nasional seperti Sukarno, Supomo, M.Yamin dan lainnya mempergunakan BPUPKI dengan sungguh-sungguh untuk menyusun apa-apa saja yang diperlukan bangsa Indonesia setelah merdeka kelak.

BPUPKI pun melakukan rapat pertamanya pada tanggal 28 Mei 1945 , rapat pertama ini mengagendakan mengenai rumusan dasar dan falsafah negara Indonesia. Rapat pertama berlangsung selama 5 hari hingga tanggal 1 Juni, dan dalam 5 hari itu ada 3 orang yang mengajukan draf rancangan dasar negara yaitu:

  • Muhammad Yamin pada tanggal 29 Mei berpidato mengenai dasar negara dan menyimpulkan lima asas yaitu :
  1. Peri Kebangsaan
  2. Peri Ketuhanan
  3. Kesejahteraan Rakyat
  4. Peri Kemanusiaan
  5. Peri Kerakyatan
  • Supomo pada tanggal 31 Mei mengusulkan 5 asas yaitu :
  1. Persatuan
  2. Mufakat Demokrasi
  3. Keadilan Sosial
  4. Kekeluargaan
  5. Musyawarah
  • dan akhirnya Sukarno berpidato pada tanggal 1 Juni yang kemudian ia menyimpulkan 5 asas yang ia namai PANCASILA yaitu :
  1. Kebangsaan Indonesia
  2. Internasionalisme dan Peri Kemanusiaan
  3. Mufakat atau Demokrasi
  4. Kesejahteraan Sosial
  5. Ketuhanan Yang Maha Esa

Dalam pidatonya , Sukarno menyebutkan bahwa PANCASILA dapat diperas menjadi TRISILA yang berisi :

  1. Sosionasionalisme
  2. Sosiodemokrasi
  3. Ketuhanan dan berkebudayaan

Dan Sukarno pun menyebutkan bahwa TRISILA dapat diperas kembali menjadi EKASILA yaitu:

  1. Gotong Royong

Hal tersebut mencerminkan bahwa asas yang paling dasar bagi Negara Kesatuan adalah kerjasama yang erat antar rakyatnya. Dengan menerapkan prinsip gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat , Sukarno meyakini bahwa Indonesia akan menjadi negara yang sejahtera dan sentosa.

Selesai sampai disanakah proses kelahiran suatu dasar negara? segampang itukah ? tentu tidak.

Seperi yang anda liat , PANCASILA yang kita kenal sekarang berbeda dengan apa yang di ajukan Sukarno di Rapat BPUPKI pada 1 Juni 1945. mengapa demikian? Simak kisahnya !

Setelah rapat pertama BPUPKI yang membahas dasar negara selesai dan tidak menghasilkan rumusan yang diterima semua pihak sebagai dasar negara, sehingga BPUPKI menyerahkan mandat perumusan dasar negara kepada panitia 9 yang diketuai Sukarno. BPUPKI membentuk panitia 9 karena tugas BPUPKI sendiri yang masih belum selesai diantaranya membahas masalah keuangan,ekonomi,wilayah negara ,dan kewarganegaraan.

Panitia 9 yang diketuai Sukarno bertanggung jawab dalam perumusan dasar negara , panitia 9 beranggotakan :

  1. Sukarno golongan Nasionalis
  2. Muhammad Hatta golongan Nasionalis
  3. Ahmad Subarjo golongan Nasionalis
  4. Muhammad Yamin golongan Nasionalis
  5. Wahid Hasyim golongan Islam
  6. Abdul Kahar Muzakir golongan Islam
  7. Abikusno Cokrosuyoso golongan Islam
  8. Agus Salim golongan Islam
  9. A.A Maramis golongan Kristen

keputusan final rapat panitia sembilan yang dikeluarkan tanggal 22 Juni 1945 yang dikenal sebagai Jakarta Charter menyatakan bahwa dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah sebagai berikut :

  1. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya
  2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
  3. Persatuan Indonesia
  4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
  5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Yaa! akhirnya rumusan dasar negara yang kita kenal sebagai PANCASILA resmi sudah tercetuskan melalui suatu piagam bernama Piagam Jakarta atau Jakarta Charter. tapi … perhatikan baik-baik , perhatikan di sila pertama ! ternyata masih belunm sama persis seperti yang kita kenal sekarang , disana masih terdapat kalimat ” kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya” ternyata perumusan dasar negara yang akan abadi selamanya tidak akan bisa dibuat semudah itu , masih terdapat sebuah kisah tentang revisi akhir dari PANCASILA

Ada banyak versi cerita yang saya dapat mengenai kejadian sebenarnya perubahan sila pertama PANCASILA yang terdapat di Piagam Jakarta disini saya akan mencoba membeberkan secara singkat berbagai versi mengenainya

  1. Golongan Nasionalis pimpinan Sukarno disaat terakhir pada tanggal 18 Agustus 1945 sesaat sebelum pengesahan UUD dan dasar Negara oleh PPKI Sukarno melobi golongan Islam (Wahid Hasyim dkk) untuk menghormati golongan non Islam dalam kehidupan bermasyarakat . Dan untuk menjaga keutuhan dan kesatuan NKRI , Sila pertama diubah menjadi Ketuhanan Yang Maha Esa  agar dapat diartikan mencakup kesemua 5 agama yang ada di Indonesia
  2. Versi kedua merupakan versi yang lebih keras karena menyebutkan bahwa Hatta menerima laporan dari seorang pimpinan polisi Jepang yang melaporkan bahwa terbentuk sebuah gerakan separatis Kristen yang tidak setuju dengan sila pertama pada PANCASILA. Hatta pun segera menyampaikan hal itu kepada Panitia sembilan  dan langkah merubah sila pertama untuk menjaga keutuhan NKRI pun diambil. Versi kedua ini masih kurang kuat dikarenakan bukti-bukti yang minim , seperti siapakah pimpinan polisi tersebut? dan dimanakah gerakan separatis Kristen itu terbentuk masih belum diketahui

Dari kedua versi tersebut , dapat diambil kesimpulan bahwa para Founding Father mengambil keputusan mengubah sila pertama PANCASILA merupakan langkah untuk menghormati NKRI dan menjamin kebebasan siapapun rakyat di negara ini untuk memeluk agama tanpa paksaan .Dengan segala kejadian yang kontroversial tersebut akhirnya pada tanggal 18 Agustus 1945 PPKI meresmikan PANCASILA yang seperti kita kenal sekarang sebagai dasar dan falsafah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kisah mengenai kelahiran PANCASILA memang sudah selesai sampai disini, tapi usaha kita dalam menegakkan PANCASILA takkan pernah usai , sampai kapanpun juga , siapapun juga yang mengaku sebagai warga negara Indonesia asli dalam lubuk hatinya haruslah tertanam butir-butir PANCASILA untuk mewujudkan cita-cita para pendiri bangsa bahwa Indonesia dengan segala kekayaannya akan sejahtera dengan kerja sama antar rakyatnya. karena asas paling dasar dalam PANCASILA adalah gotong royong

SELAMAT HARI LAHIR PANCASILA