Arya terkemuka Singasari part 2 : NAMBI Mahapatih pertama Majapahit

Posted: April 23, 2011 in Arya Terkemuka Singasari, tokoh terlupakan
Tag:, , , , , , , , , , , , , , ,

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya , Majapahit berdiri atas siasat seorang tokoh penting master siasat yang tak tertandingi Arya Wiraraja  .Jika Arya Wiraraja adalah seorang ahli taktik , otak dalam segala tindak tanduk Raden Wijaya mendirikan Majapahit,kali ini saya akan mencoba menceritakan tokoh lain yang tak kalah penting yang juga berandil besar dalam berdirinya Majapahit yaitu para abdil setia Raden Wijaya yang tak kenal lelah mendampingi Wijaya dalam usaha pendirian Majapahit dari semenjak melarikan diri dari pasukan Kediri di Singasari,bersembunyi di Sumenep , hingga akhirnya bahu membahu bergotong royong membangun hutan tarik di Desa Trowulan menjadi sebuah dusun kecil cikal bakal Kerajaan besar Majapahit. Mereka dikenal sebagai 9 arya terkemuka Singasari.yang terdiri dari Ranggalawe,Nambi,Sora,Gajah Pagon,Banyak Kapuk,Pedang,Dangdi,Peteng.  Setelah dalam postingan sebelumnya saya telah membeberkan kisah seorang Ranggalawe, sekarang saya akan mencoba membahasa salah seorang tokoh yang tak kalah pentingnya yaitu Mahapatih pertama Majapahit Nambi.

2. Nambi

Nambi, tidak berbeda jauh dengan Ranggalawe, nama Nambi pun sangat identik dengan seorang pengkhianat yang berusaha melakukan kudeta atas tahta Majapahit,begitulah yang diceritakan dalam buku Sejarah di Sekolah. Pada kenyataannya Nambi sama sekali tidak melakukan kudeta terhadap Majapahit , ia merupakan seorang Patih yang sangat setia kepada kerajaan Majapahit. Ia hanyalah korban fitnah dan tipu muslihat, fitnah dan tipu muslihat yang dilakukan oleh seorang licik yang haus kekuasaan bernama Mahapati

Nambi sama seperti 8 Arya lainnya merupakan abdi setia Raden Wijaya , ikut membantu segala perjuangan Raden Wijaya dalam membangun Majapahit dari mulai bergerilya di hutan menghindari pasukan Kediri, hingga bahu membahu membangun hutan Tarik menjadi sebuah desa kecil cikal bakal Kerajaan Majapahit. Dalam penyerbuan kembali Kerajaan Kediri yang dilakukan oleh pasukan Wijaya dengan dibantu pasukan Sumenep dan Mongol ,Nambi berhasil membunuh salah seorang pengikut setia Jayakatwang yang bernama Kebo Rubuh. Atas jasa-jasanya selama masa pendirian Majapahit, Raden Wijaya sang Raja pertama Majapahit mengangkat Nambi menjadi Mahapatih Majapahit, sebuah pengangkatan yang kontroversial dan memicu banyak tanggapan negatif terutama dari sahabat Nambi sendiri Ranggalawe , yang sempat dijanjikan jabatan Mahapatih oleh Wijaya, dan hanya karena Ranggalawe putra Arya Wiraraja yang menyebabkan Wijaya berprasangka buruk terhadap Ranggalawe jikalau ia dengan bantuan ayahandanya akan merebut tahta Majapahit dari tangannya. Dilandasi atas ketakutannya tersebut, Wijaya menginkari janjinya pada Ranggalawe dan menunjuk Nambi sebagai Mahapatih.

Saat pemberontakan Ranggalawe terjadi , Nambi memimpin pasukan Majapahit menumpas pemberontakan yang dilandasi rasa dendam dan sakit hati tersebut. Ia pun melakukan tugas dengan baik walaupundalam perang melawan pemberontak tersebut terjadi suatu konflik yang kelak akan berakibat pecahnya 9 Arya Singasari, konflik tersebut tak lain adalah terbunuhnya Kebo Anabrang di tangan Sora (salah seorang Arya terkemuka Singasari lainnya) Sora membunuh Anabrang hanya karena ia melakukan taktik kotor dalam perang tanding menaklukan Ranggalawe. Anabrang memerintahkan pasukan Majapahit mengepung Ranggalawe dalam sebuah pernag tanding yang notabene hanya boleh melibatkan 2 orang. Ranggalawe pun tewas mengenaskan di keroyok pasukan Majapahit atas suruhan Anabrang. Tetapi sesaat setelah Ranggalawe tewas , Sora yang tak lain adalah paman dari Ranggalawe mengamuk lantaran tidak terima atas taktik kotor yang dilakukan Anabrang dalam pembunuhan keponakannya, ia lalu tanpa ampun membunuh Kebo Anabrang. Pembunuhan Anabrang oleh Sora kelak akan dimanfaatkan seorang licik yang haus kekuasaan yang bernama Mahapati untuk mengadu domba 9 Arya terkemuka Singasari yang pada masa Majapahit masing-masing mempunyai jabatan penting tersendiri.

Suatu saat Arya Wiraraja jatuh sakit , Nambi pun meminta cuti untuk menengok keadaan Arya Wiraraja yang “diasingkan” secara halus ke daerah Lumajang. Kejadian ini terjadi pada masa pemerintahan Jayanegara putra Raden Wijaya. Kepergian Nambi ke Lumajang benar-benar dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh Mahapati yang mengincar tahta Patih Majapahit yang dipegang Nambi. Ia lantas menghasut Jayanegara dengan memfitnah Nambi, ia mengatakan pada Jayanegara bahwa Nambi dengan dibantu Arya Wiraraja sedang merundingkan sebuah upaya kudeta terhadap tahta Majapahit padahal sebenarnya saat Nambi tiba di Lumajang, Arya Wiraraja sudah tewas. Jayanegarayang sama  seperti raja-raja lainnya sangat takut kehilangan tahtanya, ia lantas termakan tipu daya Mahapati dan memerintahkan Lembu Peteng untuk memimpin pasukan dalam jumlah besar untuk menyerang Lumajang, Nambi yang hanya membawa sedikit pasukan tanpa dugaan sama sekali akan terlibat perang dengan mudah dibantai oleh pasukan Majapahit pimpinan Lembu Peteng yang tak lain adalah salah satu mantan Arya Singasari lainnya.

Jika mengetahui keadaan yang sebenarnya , Raden Wijaya mungkin menangis di alam baka melihat para abdi setianya satu persatu saling membunuh hanya karena tipu muslihat dan fitnah yang dilancarkan oleh seorang Mahapati

(bersambung)…


Komentar
  1. mansoerhidayat mengatakan:

    Dalam Prasasti Kudadu tahun 1294 setelah berhasil mengalahkan Jaykatwang dan mengusir tentara Mongol dari tanah Jawa, Arya Wiraraja kemudian menjadi raja Lamajang Tigang Juru yang beribu kota di daerah Lumajang. Lamajang Tigang Juru merupakan kerajaan yang sama besar dengan Majapahit. Tentang Nambi, Pararaton menyebut beliau adalah putra Arya Wiraraja.

    Suka

  2. yudisyudis mengatakan:

    ada yang bilang nambi anaknya wiraraja, ada yang bilang bahwa nambi itu adalah ranggalawe itu sendiri.
    tapi versi yg saya percaya adalah bahwa nambi dan ranggalawe adalah 2 orang yang berbeda.

    alasan saya menyatakan demikian karena jika nambi anak arya wiraraja tentunya kondisi politik majapahit saat itu akan sangat kuat sekali dan kecil kemungkinan terjadi pemberontakan karena nambi yg notabene anak wiraraja menjabatb posisi strategis yaitu mahapatih.
    tapi pada kenyataannya seperti diketahui bahwa masa awal berdirinya majapahit banyak diwarnai pemberontakan baik itu oleh ranggalawe,sora,dan bahkan nambi itu sendiri.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s