Arya terkemuka Singasari part 4 : GAJAH PAGON Ayah dari Gajah Mada

Posted: Mei 18, 2011 in Arya Terkemuka Singasari, tokoh terlupakan
Tag:, , , , , , , , , , , , ,

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya , Majapahit berdiri atas siasat seorang tokoh penting master siasat yang tak tertandingi Arya Wiraraja  .Jika Arya Wiraraja adalah seorang ahli taktik , otak dalam segala tindak tanduk Raden Wijaya mendirikan Majapahit,kali ini saya akan mencoba menceritakan tokoh lain yang tak kalah penting yang juga berandil besar dalam berdirinya Majapahit yaitu para abdil setia Raden Wijaya yang tak kenal lelah mendampingi Wijaya dalam usaha pendirian Majapahit dari semenjak melarikan diri dari pasukan Kediri di Singasari,bersembunyi di Sumenep , hingga akhirnya bahu membahu bergotong royong membangun hutan tarik di Desa Trowulan menjadi sebuah dusun kecil cikal bakal Kerajaan besar Majapahit. Mereka dikenal sebagai 9 arya terkemuka Singasari.yang terdiri dari Ranggalawe,Nambi,Sora,Gajah Pagon,Banyak Kapuk,Pedang,Dangdi,Peteng. Di bagian ke 4 ini saya akan membawakan sosok seorang Gajah Pagon yg tak lain adalah ayah dari Gajah Mada yang kelak akan menjadi Mahapatih terbesar Majapahit :

4. Gajah Pagon


Gajah Pagon memiliki latar belakang sama seperti ke-8 arya terkemuka lainnya , ia adalah salah seorang prajurit tangguh singasari yang selamat dari pemberontakan Jayakatwang dan dengan setia mengawal Raden Wijaya dalam pelariannya dari prajurit Kediri. tetapi berbeda dengan yang lainnya, Gajah Pagon tidak melanjutkan perjalanan ke Sumenep berlindung di naungan Arya Wiraraja tetapi ia menetap di sebuah daerah bernama Pandakan , ia tidak melanjutkan perjalanan karena dirinya terluka saat berperang melawan Kediri. Walaupun dapat bertahan dalam pelarian dari Jayakatwang pada akhirnya Gajah Pagon tetap berdiam di Pandakan di bawah perlindungan Kepala Desa Pandakan yang bernama Macan Kuping . Gaja Pagon menetap di Pandakan tanpa dtemani satupun prajurit Singasari , hal itu dilakukan semata-mata untuk melindungi Gajah Pagon sendiri agar proses penyembuhannya di Desa Pandakan tidak diketahui oleh Jayakatwang.

Setelah kawan-kawannya para Arya Singasari beserta Raden Wijaya sukses membangun Trowulan dan mendirikan Majapahit, Gajah Pagon yang sudah sembuh total tidak ikut menyusul Raden Wijaya melainkan benar-benar menetap di Pandakan dan memperistri anak perempuan dari Macan Kuping . Saat para sahabatnya mendapat jabatan tinggi dari Raden Wijaya , Gajah Pagon tidak ikut memintanya , ia puas hanya menjabat sebagai Kepala Desa di Pandakan menggantikan mertuanya Macan Kuping.

Gajah Pagon merupakan satu dari sedikit Arya Singasari yang tidak terkena fitnahan dari Mahapati , dan juga tidak diadu domba dengan Arya lainnya sebagaimana Sora, Nambi , maupun Ranggalawe. Hidupnya yang jauh dari Istana telah membuatnya tidak diperhitungkan oleh Mahapati sebagai saingan untuk menjadi Mahapatih Majapahit. Sifat rendah hatinya pun tidak menjadikannya pemberontak seperti Ranggalawe yang memberontak karena kecemburuan terhadap jabatan Mahapatih yang diberikan kepada Nambi, ia sangat puas hanya menjadi seorang kepala Desa Pandakan .

Tetapi kiprah Gajah Pagon tidak berhenti sampai disana. Putranya  kelak akan dikenang sebagai tokoh terbesar di Majapahit melebihi para Raja yang memerintah Majapahit . Tokoh yang pertama kali merintis visi yang di masa depan dikenal sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Seorang Lurah prajurit Bhayangkara (semacam PASPAMPRES pada zaman sekarang) yang berjasa besar menyelamatkan Majapahit dari pemberontakan Kuti, dan pada akhirnya karena jasa-jasa besarnya ia diangkat sebagai Mahapatih Majapahit dengan Sumpahnya yang terkenal yaitu Sumpah Amukti Palapa. sebuah sumpah pantangan melakukan kenikmatan duniawi sebelum menaklukan seluruh kawasan Nusantara.dialah Rakrian Mahapatih Amangkubumi Majapahit Gajah Mada ..

melaui putranya Gajah Mada , kesabaran dan kesetiaan Gajah Pagon pun terbayar lunas .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s