Arya terkemuka Singasari part 3 : SORA sang kontroversial

Posted: April 24, 2011 in Arya Terkemuka Singasari, tokoh terlupakan
Tag:, , , , , , , , , , , ,

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya , Majapahit berdiri atas siasat seorang tokoh penting master siasat yang tak tertandingi Arya Wiraraja  .Jika Arya Wiraraja adalah seorang ahli taktik , otak dalam segala tindak tanduk Raden Wijaya mendirikan Majapahit,kali ini saya akan mencoba menceritakan tokoh lain yang tak kalah penting yang juga berandil besar dalam berdirinya Majapahit yaitu para abdil setia Raden Wijaya yang tak kenal lelah mendampingi Wijaya dalam usaha pendirian Majapahit dari semenjak melarikan diri dari pasukan Kediri di Singasari,bersembunyi di Sumenep , hingga akhirnya bahu membahu bergotong royong membangun hutan tarik di Desa Trowulan menjadi sebuah dusun kecil cikal bakal Kerajaan besar Majapahit. Mereka dikenal sebagai 9 arya terkemuka Singasari.yang terdiri dari Ranggalawe,Nambi,Sora,Gajah Pagon,Banyak Kapuk,Pedang,Dangdi,Peteng.  Setelah sebelumnya Ranggalawe dan Nambi sudah selesai dibahas, kali ini saya akan membawakan kepada anda sosok seorang Sora , paman dari Ranggalawe salah seorang abdi terdekat dari Raden Wijaya yang sama seperti Nambi menjadi korban fitnah dari Mahapati.

3.SORA

Mpu Sora adalah nama salah seorang pengikut Raden Wijaya yang berjasa besar dalam perjuangan mendirikan Kerajaan Majapahit ia ikut berjuang dari mulai pelarian bersama 8 arya lainnya dari kejaran pasukan Kediri hingga ketika membangun hutan tarik di Trowulan. Sora ikut mengawal Raden Wijaya sewaktu menghindari kejaran pasukan Jayakatwang dari Kediri yang menaklukan Singasari. Sora dengan setia menyediakan perutnya sebagai tempat duduk Raden Wijaya dan istrinya saat keduanya beristirahat. Ia juga menggendong istri Wijaya saat menyeberangi sungai dan rawa-rawa.

 Ia pun merupakan saudara dari sang Ahli taktik Arya Wiraraja, karena itulah setelah Majapahit berdiri sama seperti Ranggalawe ,Sora pun tidak mendapat posisi yang penting melainkan hanya sebagai patih Kediri, begitu takutnya Wijaya terhadap Arya Wiraraja sehingga ia tega mengkhianati sahabat dekatnya sendiri . Keputusan Raden Wijaya tersebut konon memicu pemberontakan Ranggalawe pada tahun 1295. Ranggalawe berpendapat bahwa Sora lebih pantas diangkat sebagai rakryan patih Majapahit daripada Nambi. Namun meskipun Ranggalawe adalah keponakan Sora, namun Sora justru mendukung Raden Wijaya supaya tetap mempertahankan Nambi sebagai patih Majapahit.

 Ia sering dianggap sebagai abdi Raden Wijaya yang paling setia, namun akhirnya mati sebagai pemberontak di halaman istana Majapahit pemberontak akibat fitnah yang keji dari seorang tokoh keji haus kekuasaan bernama Mahapati.

Dikisahkan bahwa, Sora ikut serta dalam pasukan Majapahit yang bergerak menumpas pemberontakan Ranggalawe di Tuban. Dalam pertempuran di Sungai Tambak Beras, Ranggalawe mati di tangan Kebo Anabrang yang melakukan perang tanding secara tidak jantan. Diam-diam Sora merasa sakit hati melihat keponakannya dibunuh secara kejam dan dengan taktik yang kotor. Ia pun berbalik ganti membunuh Kebo Anabrang dari belakang.

Peristiwa pembunuhan terhadap rekan satu pasukan tersebut seolah-olah didiamkan begitu saja. hal itu dikarenakan keluarga Kebo Anabrang segan menuntut hukuman pengadilan karena Sora dianggap sebagai abdi kesayangan Raden Wijaya.

Suasana kusut itu akhirnya dimanfaatkan oleh Mahapati, seorang tokoh licik yang mengincar jabatan rakryan patih. Ia menghasut putra Kebo Anabrang yang bernama Mahisa Taruna supaya berani menuntut pengadilan untuk Sora. Ia juga melapor kepada Raden Wijaya bahwa para menteri merasa resah karena raja seolah-olah melindungi kesalahan Sora.

Raden Wijaya tersinggung karena dituduh berlaku tidak adil. Ia pun memberhentikan Sora dari jabatannya untuk menunggu keputusan lebih lanjut. Mahapati segera mengusulkan supaya Sora jangan dihukum mati mengingat jasa-jasanya yang sangat besar. Atas pertimbangan tersebut, Raden Wijaya pun memutuskan bahwa Sora akan dihukum buang ke Tulembang.

Mahapati menemui Sora di rumahnya untuk menyampaikan surat keputusan raja. Sora sedih atas keputusan itu. Ia berniat ke ibu kota meminta hukuman mati daripada harus diusir meninggalkan tanah airnya.

Mahapati lebih dulu menghasut Nambi dengan mengatakan bahwa Sora akan datang untuk membuat kekacauan karena tidak puas atas keputusan raja. Setelah mendesak Raden Wijaya, Nambi pun diizinkan menghadang Sora yang datang bersama dua orang sahabatnya, yaitu Gajah Biru dan Juru Demung. Sora yang berniat hanya menghadap kepada Raden Wijaya tiba-tiba kaget karena dihadang Nambi yang atas hasutan Mahapati menganggap bahwa Sora akan melakukan tindakan berbahaya terhadap Raden Wijaya. Nambi pun langsung berperang tanding dengan Sora sahabat dekatnya sendiri sesama mantan Arya terkemuka Singasari , Sora yang sama sekali tidak berniat untuk berperang tanding akhirnya tewas di tangan Nambi.

Dan setelah peristiwa tersebut senyum Mahapati sang pemfitnah ulung pun mengembang karena siasatnya mengadu domba para sahabat Raden Wijaya kembali berhasil. Ia pun makin dekat dengan Jabatan Mahapatih Majapahit karena para tokoh-tokoh pendiri Majapahit sudah terpecah belah ,dan Raden Wijaya semakin paranoid akan kehilangan tahtanya.

(bersambung)

Komentar
  1. achmad mucharor mengatakan:

    sangat jarang anak sekolah jaman sekarang yang tertarik pada sejarah,awal berdirinya majapahit.
    saya sendiri termasuk penggemar sejarah lebih2 sejarah nasional jaman dulu;
    pengikut setia r.wijaya,pamandana,rengbumi dan gajah biru kok tidak disebut? mereka benar ada atau hanya tokoh fiksi

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s